Selasa, 17 April 2012

1.Cara Masyarakat Pra-Aksara Mewariskan Masa Lalunya

TRADISI MELALUI TARIAN

tradisi melalui tarian
Adegan atau gerakan dalam sebuah tarian menunjukkan adanya sebuah simbol, perlambang atau merupakan gambaran suatu cerita atau kisah tertentu. Misalnya ada sebuah tarian yang menggambarkan adanya penghormatan kepada raja atau penguasa. Banyak relief di candi Borobudur yang menunjukkan adegan tarian dalam sebuah pagelaran tari dan musik. Contoh di atas menunjukkan adanya adegan tarian di hadapan kalangan masyarakat atas atau kalangan istana. Dilihat dari pergelarannya, tarian pada masyarakat Indonesia, masa klasik menunjukkan adanya kesamaan dengan aturan-aturan tarian dari India klasik.
Tarian Jawa klasik sering menggambarkan sebuah alur cerita atau kisah tertentu. Relief di atas menunjukkan adanya suatu kisah yang menggambarkan bagaimana perjalanan hidup Sidharta Gautama sebelum menjadi Budha. Dalam adegan tersebut sang calon Budha sedang khusuk bersemedi di atas gunung. Disekelilingnya banyak gadis-gadis perempuan yang cantik jelita datang menggoda untuk menghalangi Gautama mencapai pencerahan.
Relief tarian di atas menunjukkan adegan tarian rakyat biasa. Berbeda dengan yang lain, adegan dalam tarian rakyat ini menurut para ahli tidak bersumber pada cerita manapun.
Disamping pada relief-relief bangunan, tarian-tarian masyarakat pra sejarah dapat dijumpai pada jenis-jenis tarian tertentu yang ada di daerah-daerah. Tarian-tairan tertentu yang ada di daerah itu pada dasarnya memiliki sejarah yang panjang. Ia sampai dan dikenal oleh masyarakat yang hidup sekarang ini karena diwariskan secara turun-temurun.
Dengan demikian, dengan memperhatikan berbagai adegan tari-tarian yang termuat pada relief-relief candi atau dengan mencermati tarian-taian kuno yang masih ada pada masa sekarang, kita dapat memperoleh gambaran atau informasi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan tradisi dan budaya sejarah masyarakat pra aksara yang ada di Indonesia. Karena sekali lagi pada dasarnya sebuah tarian mengandung suatu simbol yang penuh dengan makna tertentu.
TRADISI MELALUI LAGU / KIDUNG
Lagu rakyat adalah lagu yang berkembang di daerah tertentu dalam bentuk puisi yang dinyanyikan. Jenis lagu rakyat ini diantaranya adalah lagu anak, lagu religius dan lagu umum. Contoh lagu rakyat yang dikenal di daerah Jawa Timur diantaranya adalah: Cublak-cublak suweng, ilir-ilir, jamuran dan sebagainya. Sebagaimana tarian, lagu juga mengandung arti-arti tertentu. Syairnya biasanya berisikan petuah atau nasehat, cerita, dan lainnya.
Disamping tradisi tembang, tradisi kidung juga merupakan sarana pewarisan tradisi kehidupan masyarakat praaksara di Indonesia. Selain dalam masyarakat Jawa, tradisi kidung ini juga berkembang dalam masyarakat tradisional di Kalimantan Timur. Dalam bahasa dayak disebut dengan nluei. Nluei merupakan bagian dari kehidupan suku Dayak Wehea. Melalui nluei ini berbagai acara adat dapat dilakukan, dan melalui nluei pula orang-orang dayak Wehea melakukan hubungan dengan leluhur mereka. Dengan nluei juga doa-doa, petuah-petuah dan cerita atau kisah-kisah sejarah disampaikan.
TRADISI MELALUI ALAT
Pengertian alat disini adalah semua benda yang dipakai oleh manusia pra sejarah yang menunjang aktivitas kehidupan sehari-hari mereka, baik itu aktivitas ekonomi, yaitu pemenuhan kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas-aktivitas lainya. Alat-alat penunjang kehidupan manusia pra sejarah itu dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah:
• Alat yang terbuat dari kayu
• Alat yang terbuat dari tulang
• Alat yang terbuat dari batu
• Alat yang terbuat dari logam, baik itu perunggu maupun besi
Keberadaan alat-alat ini sebagai suatu bukti sejarah sehingga mampu memberi banyak informasi dan keterangan pada manusia sekarang keberadaannya sangat terbatas. Alat yang berasal dari bahan kayu dan tulang misalnya, meskipun semua yakin betul bahwa kedua bahan tersebut adalah yang paling banyak dipakai oleh manusia prasejarah, tetapi karena kedua bahan tersebut mudah lapuk atau rusak, sehingga tidak bisa memberi banyak keterangan atau informasi pada kita tentang berbagai hal dari penggunaan alat tersebut. Misalnya seperti apa bentuk alat yang mereka buat dan apa fungsinya dari masing-masing alat tersebut.
Diantara alat-alat tersebut, hanya alat yang terbuat dari batu dan logam saja yang masih banyak ditemukan dalam penelitian arkeologi. Dari alat-alat yang terbuat dari bahan batu dan logam tersebut setelah melalui tahap penelitian lebih lanjut dapatlah diketahui tentang berbagai hal berkaitan dengan tradisi masyarakat pra sejarah. Dari alat-alat batu dan logam itu misalnya dapat diperoleh keterangan tentang bentuk dan fungsi masing-masing alat batu yang mereka buat dan mereka gunakan dalam aktivitas berburu dan mengumpulkan makanan maupun aktivitas-aktivitas ekonomi lainnya. 
TRADISI MELALUI BANGUNAN
Beberapa bentuk bangunan hasil peninggalan masyarakat pra-aksara yang darinya kita bisa memperoleh gambaran kehidupan masyarakat prasejarah adalah berupa bangunan megalitik. Bangunan ini memiliki fungsi yang berkaitan dengan aktivitas kepercayaan atau fungsi religius. Sehingga dari peninggalan bangunan ini kita bisa mengetahui bentuk-bentuk penyembahan, prosesi upacara pemakaman dan lain sebagainya. Beberapa bangunan megalitik peninggalan masyarakat pra-aksara ini antara lain: menhir, punden berundak, dolmen, pandusa, sarkofagus, peti kubur dan arca batu.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons